• 27

    Jan

    Rujak Blang Bintang

    Kembali ke Banda Aceh, saya menemukan suasana baru di kota yang pernah porak poranda diterjang tsunami. Salah satu pemandangan yang berbeda adalah suasana malam hari di Banda Aceh. Bila dulu kehidupan malam Banda Aceh terbatas di sekeliling Masjid Baiturrahman khususnya para penjual sirih-pinang yang menjadi tempat nongkrong anak-anak muda, kini kedua tepi jalan utama Banda Aceh menjadi meriah dengan warung-warung malam. Tidak lesehan, karena ini memang bukan di Jawa. Para pedagang menempatkan kursi-kursi plastik bersandaran, sehingga pengunjung dapat duduk santai. Puluhan gerobak penjual burger melayani pelanggan masing-masing. Mungkin inilah berkah dari tsunami, kata Bang Zul, pengemudi taksi ASA. Habis tsunami, datang damai. Sekarang penduduk Banda Aceh berani keluar malam. Kunjunga
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post